Mendadak Puitis

Setelah sekian lama Kang Andi tidak merasakan getaran sang pujangga. Entah kenapa perasaan di masa 7 tahun lalu hadir kembali. Oretan pagi ini.

“Aku adalah tokoh dalam sebuah kisah. Entahlah ini realita atau ilusi. Namun aku seakan berada didalamnya. Sama seperti awal kisah percintaan yang sudah ada sejak dahulu kala ketika para penyair cinta membuat kisah di masa mahabrata. Antara gejolak nafsu yang bergairah dan sebuah perasaan yang dalam seakan membuat dunia begitu puitis dan ¬†disanalah melodi sebuah piano tercipta pertama kali.

Wajar jika manusia mudah tergoda karena disitulah hati bergetar dan merasakan sesuatu. Rasa itu hadir tiba-tiba kenapa? Sudah sifatnya menjadikan warna bagi kehidupan. Hanya mereka dan hatinya lah yang bisa merasakan, terlepas apakah itu benar atau salah. Membuat kita terlena.

Kisah itu membuat kita tertawa, tersenyum, kecewa dan terbawa untuk menangis. Padahal itu sebuah kisah belaka. Bukan, ini bukan hanya kisah tapi cerita yang dibuat dengan hati sang penulis. Penulis berkisah dan menciptakannya karena ia menciptakan dengan hati dan hidup dalam karakter si tokoh.

Apa jadinya jika kehidupan tanpa hati mungkin bagai sebuah pohon kering dan layu tanpa keindahan. Sang tokoh dalam kisah seperti tidak ingin terbangun sedangkan realita begitu kejam.

Jauh begitu dirindukan, yang dekat seperti tak terlihat”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s