#226: Asyiknya mengedit themes daripada menulis

Melanjutkan alur cerita kemarin tentang flashback atau kilas balik, mungkin inilah yang terjadi saat awal tahun 2010 ini. Berangkat dari coba-coba dan iseng akhirnya seperti menemukan mainan baru.

Niat semula ngeblog untuk menulis karena terinspirasi dari sebuah tulisan  yang berjudul “jadilah penulis” Kang Andi pun tergoda juga untuk belajar CSS sampai php lebih dalam layaknya blogger newbie pada umumnya. WordPress membuat Kang Andi seakan mabuk kepayang karena simpel dan themesnya yang lumayan beraneka ragam, karena memang tahunya cuma itu dibandingkan blogspot dan joomla :mrgreen:

Bahkan slogan wordpress “code is poetry” begitu indah dan terdengar renyah di telinga. Terhanyut dalam alunan keindahannnya sampai lupa diri. Sempat ke pikiran buat jadi designer themes wordpress namun ya namanya juga mimpi orang kampung. :mrgreen:

Begitu PC sempet rusak akhirnya semangat hilang begitu saja. Seluruh aktivitas online pun padam beberapa bulan. Seluruh ilmu yang ada di kepala hilang perlahan sampai bener-benar amnesia.

Selanjutnya Kang Andi berpikir ternyata selama ini justru Kang Andi malah muter-muter di tempat. Maju engga, mundur mungkin iya. Hiatus membuat pikiran mengendap dan mampu berpikir dengan jernih, juga kembali menikmati rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Pastinya semua blogger mengalami masa seperti ini,  awalnya lebih banyak gonta-ganti themes daripada update blog, kecuali memang yang memiliki jam terbang yang lumayan sampai akhirnya bisa memperdalam ilmu dan benar-benar menguasai. Bahkan sampai bisa transfer ilmunya dengan menuliskannya di sebuah blog.

“hmm…” terheran-heran, kok rangkaian code seperti sebuah artikel ya. Lain penulis, lainnya juga seni karakter penulisannya. Hampir sama seperti tukang baso, lain pedagang, lain juga rasanya. kok ngga nyambung ya? :mrgreen:

Iklan

18 thoughts on “#226: Asyiknya mengedit themes daripada menulis

  1. Kata-kata yang terakhir itu. “Awalnya lebih banyak gonta-ganti themes daripada update blog” Saya pun pernah terjebak seperti itu. Kini saya mulai meninggalkan kegemaran itu. Biarlah template blog saya tetep gitu2 aja, jelek ndak pa2 karena tidak pernah direnovasi. Template, kan hanya rumah. kalau saya, sih yang penting isinya. Fokus pada postingnya. Yang penting rumahnya ndak jelek-jelak amat, yo Mas? 🙂

  2. Bener kang, saya juga pas di blogspot dulu whaduh hampir tiap waktu ngutak-ngatik template, gimana caranya biar sedep dilihat.
    Udah pas, besok2nya keliatan kurang sreg. Utak-atik lagi, gitu terus. Yup, kadang malah frekuensi nulis jadi terkurangi 😀
    Btw, blog personal yang paten disini atau yang dot com kang?

  3. Udah merasa tua, jadi penampilan blog gak gitu penting (tp di dunia nyata kemarin aku beli baju baru dan backpack baru buat liburan sekolah ini, hehehe).

    Hanya sekedar terobsesi menyampaikan pesan ke anak2 lewat blog…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s