#220: Ketika Emosi dan Egois Kopdar bareng

Via google images by zonaberita.com

Rasanya bukan rahasia lagi kalo yang namanya pertengkaran dan keributan bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Tidak mengenal tetangga ataupun saudara sekalipun. Semua bisa berada di sekitar dan keseharian kita.

Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Masalah siapa dan benar dan salah menjadi kabur, saat masing-masing merasa benar dan saling menyalahkan. Konflik pun semakin membesar padahal sumbunya berasal dari hal yang amat sangat sepele sekalipun.

Kejadian hari ini membuat kang andi seakan gatal untuk segera dituangkan dan tentunya kang andi akan menceritakan gambarannya saja.

***

Di sebuah perkampungan, tepatnya satu Gang yang ditempati beberapa kepala rumah tangga. Sebelumnya ada sebuah pertemuan musyawarah tentang pembongkaran aliran listrik yang sejak dahulunya satu jalur. Nah,  rumah pertama yang melewati jalur ini ingin membongkar rumah karena ingin pindah. Tinggal rumah-rumah ke belakangnya kebingungan.

Sambil duduk bersama untuk menyelesaikan masalah dengan baik-baik. Salah satunya bernama Ableh dengan karakter egoisnya menolak usulan-usulan solusi terbaik yang ada dan tetap pada pendapatnya, bahkan seakan menyepelekan. Boleh dibilang Ableh ini memiliki perekonomian yang jauh dibandingkan lainnya.

Padahal pendapat Ableh ini jelas-jelas merugikan pihak lainnya. mengingat kehidupan ekonomi lainnya pas-pasan bahkan buat makan aja harus guling-guling dulu.

Lucunya, suatu hari si Ableh tanpa ada kata-kata dulu langsung memasang sendiri aliran listik ke rumahnya maklum karena dia memang mampu. Tinggal nasib yang lainnya belum jelas. Lalu salah satu pihak keluarga Ableh tanpa basa-basi menuntut supaya mereka buru-buru membongkar jalur listrik tersebut dan memisahnya, mengingat ada aset kontakan di antara mereka yang letak lokasinya paling belakang.

Nah, akhirnya Si Untung, salah satu di antara pemilik rumah lainnya yang berkarakter emosi ini lepas kendali. Saking lepas kendalinya, bagaikan tsunami yang tidak terbendung atau harimau sedang lapar karena belum makan selama 10 tahun, pun melakukan penganiayaan fisik kepada seluruh keluarga si Ableh.

Singkat cerita, si Egois dan si Emosi kopdar bareng di kantor polisi dengan ricuh dan kacau sebab salah satu keluarga dari Ableh mengadukannya ke polisi dengan tuduhan penganiayaan mengunakan senjata tajam padahal sebenarnya hanya sebuah kayu.

Tuduhan tidak sesuai maka masalah tidak diperpanjang karena memang di antara  keduanya adalah saudara sendiri. Ya, Ableh dan Untung masih ada ikatan keluarga dan begitupun lainnya satu Gang tersebut semuanya masih ada ikatan keluarga

***

Jika ditanya siapa yang benar dan siapa yang salah, kira-kira mau membela siapa? Ableh atau Untung?

Ini adalah hanya sebagian kecil dari peristiwa-peristiwa yang ada di sekitar kita. Di sini kang andi hanya ingin mengambil hikmahnya saja bahwa inilah yang terjadi jika Emosi dan Egois kopdar bareng. Coba kalo kopdarnya sambil ngopi atau makan-makan di mall :mrgreen:

“hmm…” kira-kira apa yang terjadi ya kalo Cinta dan Nafsu kopdar bareng?

Iklan

19 thoughts on “#220: Ketika Emosi dan Egois Kopdar bareng

  1. Sepertinya masalah ini bisa berlanjut ke MA bro, ngga hanya mentok dikepolisian.

    Saya ngga mau membahas siapa yang benar dan siapa yang salah melainkan bagaimana agar supaya kita bisa mengendalikan sikap sehingga tidak berprilaku seperti Untung atau Ableh…

  2. Ping-balik: Tweets that mention #220: Ketika Emosi dan Egois Kopdar bareng « Personal Daily -- Topsy.com

  3. Emosi yang negatif tidak baik, egois juga tidak baik – hmm…, padahal semua sudah tahu itu, tapi ya itu selalu ada, mau bagaimana lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s