#219: Trik duda menikahi perawan

Ilusrasi fenomena serupa

Beberapa hari kemarin, kang andi menghadiri sebuah pernikahan. Tepatnya sebuah akad pernikahannya saja tanpa ada resepsi yang wah atau bagaimana. Sebenarnya agak miris melihatnya, kenapa? karena usia diantara keduanya amat jauh sekali.

Seorang duda yang beranak satu, umurnya mungkin kira-kira 40 tahun ke atas. Sedangkan wanitanya umurnya masih belia, seandainya dia masih sekolah mungkin sekarang masih duduk di kelas 3 SMP beranjak ke SMU. Namun apalah daya perekonomian yang kurang dan berada di perkampungan pedalaman, membuat putus sekolah hanya sampai lulusan SD.

Kang andi sempat berpikir apakah engga kasihan dengan si gadis yang masih lugu ini? selidik punya selidik saat kang andi bertanya langsung kepada sang orang tuanya. Ternyata sang duda tersebut mengunakan trik sehingga mau engga mau sang keluarga pasrah menerimanya.

***

Selama 2 tahun belakangan sang duda yang berprofesi sebagai kuli bangunan biasa, sering berkunjung ke rumah sang gadis. sekedar iseng atau main, entahlah. Namanya juga masih lugu sang gadis menerima kunjungan tersebut tanpa perasaan apa-apa.

Waktu berjalan seperti biasa dan tiba-tiba dengan mendadak tanpa ada ucapan apa-apa di suatu hari sang duda membawa rombongan keluarga, menyodorkan segepok uang dengan maksud ingin meminang sang gadis, tidak banyak malah namun membuat seluruh keluarga sang gadis bingung karena mau engga mau pertanda si keluarga gadis harus nyari pinjeman dan nombok sana sini. Bahkan cuma dikasih waktu 1 minggu buat persiapannya. “minggu besok nikahnya”

Ingin ditolak, sang duda mengatakan “masa selama 2 tahun ini sering main, si Neng engga suka sama saya.” nanti di sangka udah miskin mereka sombong lagi, begitulah pemikiran keluarga si gadis. Sang gadis pun hanya diam dengan segala kebingungan. Engga bisa menjawab “iya” ataupun “tidak”

***

Begitulah realita kehidupan di sebuah perkampungan yang masih jauh dari yang namanya pendidikan. Tersisih di pinggiran kehidupan yang mana teknologi semakin mengganas.

Lucunya, kenapa justru yang bujangan engga bisa senekat duda tersebut? kalo seperti itu seluruh perawan yang ada di daerah pedalaman bisa kehabisan stock buat para jombloers :mrgreen:

“hmm…” entahlah dalam benak kang andi, kira-kira apa yang dirasakan dalam batin si gadis itu ya?

Iklan

53 thoughts on “#219: Trik duda menikahi perawan

  1. Mungkin, sigadis itu menemukan sisi kenayamanan yang tidak didapatkan pada para pemuda yang cenderung egois.
    Tapi contoh diatas sepertinya motif utama nya ekonomi.Tapi ilustrasi diatas beneran terjadi Mas ? seperti main catur saja trik nya…

  2. hmmm.. heheh gambarnya mape idburuMIn.. itu kan syekh puji yg aslinya bukan ornag terpuji ckkckkckckckkKK.. jujur bgd sih ana..

    Klo ku pikir2 knapa gak mau sama sibujangan? yah jawabnya simple aja. si BUjang gak mapan. nah si duda mapan gtu.. trus klo misalnya mash SD yah gpp, biarin dia plih cara sdnri tokh byak yg spti itu, tegrntung si lakinya yg mau nikahin mau ngebebanin cewek jadi Ibu2 dulu ataw berkarir…

    Yg pasti si cewek’a jg yg mau sndri gak ada paksaan dan ekonomi itu yg pertama hehhee..

    tapi aku gak lHo, aku bukan cewek matre hahhaa.. tapi doyanne tempe mendoan huahhaha.. NYummi….

  3. Kalau di desa2 kayaknya masih lumrah deh. Masalahnya ya ekonomi itu.

    Tapi dari segi agama saya kira sah2 saja, dan kita ngga bisa begitu saja memvonis si duda ‘hidung belang’ lah apa lah, karena toh jangan2 kita saja yg sudah kena fikiran kotor.

    Ijab Kabul bergaung, sudah resmilah mereka. Kita? Introspeksi diri sendiri saja, bagaimana menjaga kita pribadi, keluarga dan teman terdekat tuk saling nasehat-menasehati dalam kebaikan..

    Duh duh jadi kayak ustad deh 😀

  4. secara logis aja, Klo si anaknya smart pengeetahuan luas, dia pasti mikir ulang beribu-ribu kali.

    Apa resikonya, dampaknya jadi ibu2 muda… hehhehe… Blum kenal Ngalor-Ngidul aku yg sgini aje pengn Maen2 anak2 wkakwkakkwkakwakk…

    oia lam kenal dweh…

  5. Makanya para jomblowan (#komentar sambil tengak-tengok) nddang buru-buru nikah agar tidak kehabisan stock gadis karena dihabisin oleh para duda dan saya. Ha..Ha…Ha… 😀

    Pertanyaan Mas Andi kenapa bujangan tak senekat itu? He…He…Para bujangan biasanya nyalinya kecil, Mas karena belum berpengalaman jadinya kebanyakan mikir.

  6. Pastinya kalimat “Terpaksa” yang menempel pada otak si gadis mas, trus jika udah njalanin bersama bergantilah kalimat “saya menyesal” sebab udah sama dia.. bukan begitu kang?

  7. selain itu kayaknya ada faktor “luck” + “jodoh” buat si duda. bila tidak kaga bakalah nyambung. ada sopannya juga yang jelas, jadi ada tanggapan dari keluarga si gadis. kurang lebihnya demikianlah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s