#213: Tahun Baru 1432 Hijriyah dan self revolution

via images google by majalahislamonline.wordpress.com

Entah kenapa, tahun baru hijrah tidak semegah tahun baru masehi. Kebanyakan orang di belahan bumi ini seakan tidak terlalu antusias dengan sebuah pergantian buku waktu yang baru.

Kang andi tersentak dan kembali merenungi perjalanan keseharian selama ini saat blogwalking dan membaca postingan “Di Serambi Surau Menjelang Tahun Baru 1432 H”

Tahun baru Hijriyah bukanlah datang begitu saja, tapi ada sejarah dan makna yang dalam di balik semua itu. Sebuah peristiwa Hijrah yang dilaksanakan Rasulullah saw dan para Sahabatnya.

Hijrah… memiliki makna yang dalam.

Hijrah (Arab:هِجْرَة) berarti pindah atau migrasi dalam bahasa Indonesia. Hijrah merupakan suatu cara yang dilakukan oleh para nabi, untuk melepaskan diri dari alam kebatilan (kondisi dimana manusia tidak hidup dengan Kitab Allah). Dalam kitab suci Al-qur’an dikenal istilah: Iman-Hijrah-Jihad, yang berarti bahwa hijrah muncul dan dilakukan karena dorongan Iman atau percaya bahwa kehidupan yang tidak berpedoman kepada Kitab Allah adalah kekafiran, yang akan membawa manusia pada kebinasaan dan kehancuran.” (wikipedia)

Hijriyah… bukanlah sebuah perayaan belaka dari pergantian tahun.

“Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (Bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalahkalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.” (wikipedia)

Lalu apa itu Hijriah?

Hijriyah maknanya adalah sebuah perubahan, perubahan diri untuk menjadi yang lebih baik lagi.

“Self revolution to be better”

Jujur saat evaluasi pada Tahun 1431 Hijriyah, kang andi engga bisa memungkiri banyak hal yang membuat kang andi berpikir bahwa kemarin adalah tahun terburuk dalam hal kualitas hidup. Monoton dan menikuk tajam ke bawah seperti traffic yang anjlok. Kosong dengan nilai raport nol semua.

Renungan ini sebenarnya terasa menusuk di dalam lubuk batin yang kering kerontang dan engga bisa diungkapkan oleh tulisan sekalipun, cukup kang andi yang merasakan. Lagipula apalah guna menuliskan jika cuma dusta, cukup tahu dan melakukan perubahan langsung tanpa janji manis ataupun kampanye. Ini sebuah renungan, cukup renungan yang kang andi rasakan dan ingin bagi dengan sobat blogger semua, cuma itu. Sisanya mari kita melakukan perubahan untuk diri kita sendiri. Minimal di awal tahun Hijriyah ini kang andi hanya ingin ajak berbagi dalam renungan.

“hmmm..” sambil menatap kosong langit-langit atap yang gelap penuh debu. Malam ini memejamkan mata, sebuah ketakutan meyelinap, apakah ini malam terakhir kang andi?


Iklan

12 thoughts on “#213: Tahun Baru 1432 Hijriyah dan self revolution

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s