#196: Don’t stop! klik reset

via google image by net.tutsplus.com

“Sekali anda berhenti maka selanjutnya anda memulainya lagi dari awal”

Sebuah tombol Reset ternyata amat ampuh untuk mengembalikan sesuatu menjadi Default. Kira-kira apa hubungannya dengan blogging ya? kok tiba-tiba ngebahas blogging lagi, blogging lagi?

Yups.. berhubung memang blog ini salah satu temanya adalah seputar pengalaman blogging ya pastinya kang andi selalu kaitkan dunk –ngejiplak blognya mas agus sama kang darin- sejujurnya kang andi paling seneng bahas seputar blogosphere karena walaupun digali sedalam apapun engga ada habisnya.

Kembali ke menu RESET, ternyata hampir 2 minggu ini kang andi tanpa sengaja mereset kegiatan ngeblog. Engga ngedraft apalagi ngepost, total meninggalkan aktivitas ngeblog. Hiatuskah? alasan klasik buat blogger angot-angotan macam kang andi.

Nah, mungkin sobat-sobat yang biasa kumpul bareng #bloggermalam sering lihat kang andi online terus. yups.. online sih, namun sama sekali engga buka dashboard, alasannya malaskah? 50 % betul, 50 % lagi karena kesibukan pekerjaan jadi kurang mood buat nulis.

Setelah di selidik ternyata mood ini berasal karena sudah terbiasa. Nah, gara-gara men-stop inilah kang andi tanpa sadar maupun sadar me-reset kembali semangat dan mood buat nulis jadi Default.

Adakah yang senasib dengan kang andi?

Sebenarnya merasa bersalah juga, gara-gara engga mematuhi nasehat sang eyang guru, Gola A Gong. Beliau berpesan kepada kang andi dengan bijaknya “selalu menulis 2 jam/hari” sebab sekarang kang andi baru sadar hikmah di balik pesan beliau.

“hmmm…” loh kok data kang andi hilang ya? duh! ini mah bukan reset tapi format.

Iklan

8 thoughts on “#196: Don’t stop! klik reset

  1. kang Andi… hehehe tidak usah memaksakan diri. Menulis akan membuat kita nyaman memang, meluruskan pikiran yang kusut, tapi biarlah apa adanya. Beruntung punya teman motivator2 untuk terus ngeblog. kadang juga perlu jalan-jalan, nulis di catatan supaya ada inspirasi nulis lagi… tapi itu menurut aku loh, yang lagi suka nulis, sehari bisa lebih 3 artikel. entah gak tau sampe kapan, mungkin bisa aja ntar koma, kayak artikel yang barusan aku tulis…

    • yups. kang andi, kan dari sunda. itu julukan buat bujangan seperti ane :mrgreen:

      justru karena itu, iklim mood menulis selalu berubah sirklusnya. makanya harus di biasakan bukan malah total engga sama sekali. walaupun cuma di buku diary ๐Ÿ™‚

  2. Sebenarnya ngerem sebentar untuk menulis ada hikmahnya juga. Saya pernah baca tulisan tentang perlunya ‘mengasah gergaji’. Apa itu? Ya singkatnya kita perlu menabung kembali inspirasi2 dan mempertajam insting tuk memperlancar kita dalam mengomunikasikan ide dalam tulisan. Bisa dalam bentuk baca2 buku, surfing internet, bergaul di dunia offline, atau juga gelar tiker saat ronda #bloggermalam tiba ๐Ÿ˜€

    Pesan Gola Gong di atas pun bagus, cuma rata2 kita sebagai blogger kan bukan penulis tulen, hanya iseng2 aja..jadi ya boleh dilaksanakan, ngga jg ga jadi masalah sepertinya. Apalagi blog kan bersifar easy digest, begitu dipost..sehari dua hari pun tulisan itu akan menguap, tergantikan oleh postingan2 selanjutnya.

    Nah, disinilah uniknya blogger. Harus mampu menuangkan gagasan dalam posting singkat namun langsung mengena. Btw, saya jg kadang susah menerapkannya haha.. seringnya saya malah nulis melebar kemana-mana ๐Ÿ˜€

    Yah, intinya gitu deh. Mending jangan stop atau reset, pause aja kang..kalau dah asik baru play lagi hehehe. Yuu cuit2! ๐Ÿ˜€

    • Nah, kalo ini eyang sepuh, :mrgreen:

      saya tertarik juga โ€˜mengasah gergajiโ€™ di mana linknya kang?

      “Apalagi blog kan bersifar easy digest, begitu dipost..sehari dua hari pun tulisan itu akan menguap, tergantikan oleh postingan2 selanjutnya.”

      wow, benar juga ya. baru ngeh, jadi ide buat posting lanjutannya.

      Tapi masalah ‘pause’ oks juga tuh. yukz kita #NOWPLAYING sambil goyang :mrgreen:

  3. oh, yang disebut mas darin ada di https://www.stephencovey.com/7habits/7habits.php
    habit 1 : be proactive
    habit 2 : begin with the end in mind
    habit 3 : put first things first
    habit 4 : think win-win
    habit 5 : seek first to understand, then to be
    understood
    habit 6 : synergize
    habit 7 : sharpen the saw
    wah, kepanjangan, kayak postingan aja yah. saya sudah baca, tapi akhirnya balik lagi ke masalah iman, tawakal, takwa… soalnya nyeimbangin dunia akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s