#51: Catatan Kunjungan KBBC Juni 2010 part 2

Setelah menulis catatan pertama yang singkat, saya akan melanjutkan lagi. Kenapa harus di jadikan berseri? Kemarin kondisi belum memungkinkan menulis karena kelelahan dan sambil menunggu photo upload dari anggota lain, sebenarnya untuk menambah tempo tulisan di 365 blog project 😀

Setelah Rumah Dunia mari kita simak cerita perjalanan ke Banten lama

Selepasnya dari rumah dunia para rombongan pun meluncur ke Banten lama. Tapi sebelum itu dengan mengajak kang Igun dari rumah dunia sebagai guide untuk  keliling mencari tempat makan khas banten. Bisa di bilang mau jajal wisata kuliner. Padahal Tangerang dan Banten hampir sama makanan khasnya kan satu propinsi cuma memang kita ingin coba yang namanya Nasi Rabek. karena sudah waktu zhuhur maka kita sholat berjamaah di mesjid kuno banten yang berada di kota serang.

Sekilas Masjid terlihat bukan seperti masjid kuno yang umumnya sudah terbayang dalam benak kita yang terlihat kuno dan jauh dari tampilan modern tapi sebaliknya masjid tersebut sudah rapi dan nampak modern kayaknya telah di renovasi dan hanya arsitektur di dalam mesjidlah yang masih tercium aroma tempo dulu. (sayangnya engga ada yang dokumentasikan masjid ini)

Lanjutkan ke makan siang. soalnya Om payjo yang sudah enggak sabar untuk makan. 😀 meluncurlah kita ke tempat rumah makan. Lokasi pertama ternyata tutup, lokasi kedua ternyata tutup juga. Akhirnya meluncurlah kita ketempat ketiga dan terakhir di sebuah rumah makan Radja SS yang memiliki keunggulan menu satenya. Jamnya sendiri kurang lebih pukul 2an. terbilang telat karena kita muter-muter dulu. Beberapa menu memang tidak ada karena kehabisan stok mungkin.

Akhir cerita dengan menu yang telah di pesan ternyata Om payjo mendapatkan giliran yang terakhir, yang lain sudah hampir setengah jalan om Payjo baru mulai padahal yang laper banget dia duluan 😀 sedangkan saya malah kewalahan karena si bintang engga mo diam dengan teh manisnya.

Makan selesai, langsung meluncur lagi menuju banten lama. Tujuan awalnya sih. museum banten lama – Kuil Dewi Kuan Im – reruntuhan Keraton Kaibon. Maksudnya ialah agar kita bisa melihat secara keseluruhan sejarah tentang kerajaan banten. Karena ke-3 tempat tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. Sayangnya waktu tidak memungkinkan di tambah mbak Triyani ingin buru-buru belanja 😀 jadi hanya museum banten lamalah yang bisa kita kunjungi sedangkan lainnya cuma bisa kita lihat sambil lalu dari jendela kaca mobil.

Tentang cerita di museum Banten Lama ini akan saya lanjutkan besok 🙂 beberapa anggota lainnya sudah ada yang memposting di blog masing-masing dengan versi mereka silahkan cekedot link di bawah ini:

Sisanya masih menunggu karena masih punya kesibukan jadi belum menuliskan di blog masing-masing. Tentang posting-posting terbaru kunjungan Rumah dunia dan banten lama dari bloger yang lain akan di update linknya di halaman part 2 ini.

Ayo siapa yang belum?

Iklan

2 thoughts on “#51: Catatan Kunjungan KBBC Juni 2010 part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s