'Tanda' sebuah awal kehidupan baru

Setelah sampai ke rumah tadi. Aku heran melihat istriku
yang tersenyum-senyum begitu melihatku. Bisanya kalau
sikap dia begini pasti ada maunya, tapi ternyata tebakanku
meleset. Dia tanpa menunggu waktu lama-lama langsung
berbisik pelan di telingaku

“A, tadi perut eni berkedut-kedut.” wah, paling lapar nih,
pikirku.

“Aduh, a lupa beli pesanan yang tadi pagi.” pagi tadi
sebelum berangkat kerja, istriku meminta untuk dibelikan
makanan, soalnya biasanya tiap tengah malam pasti dia
lapar begitu juga aku.

“Bukan, kayaknya si dede(begitu biasanya istriku memanggil
sang calon bayi) sudah bisa bergerak.” wah, berarti ini
menandakan 4 bulan sudah umur sang calon bayi dalam
kandungan. Alhamdulillah, puji syukur padaMu ya Allah.

Kegembiraan ini membuatku sejenak merenungi tentang arti
kehidupan, rasanya mungkin beginilah perasaan setiap
kepala keluarga ketika akan menjadi seorang ayah. Sebuah
kebahagiaan terbesar saat pertama kali mendapati
tanda-tanda kehidupan baru, awal di mana manusia hidup di
dunia fana ini. Subhanallah.

Rasanya luluh sudah keEgo’an yang selama ini
menyelimutiku. Jika dulu aku bekerja untuk sekedar
memenuhi kebutuhan diri semata. Sekarang, semua tertuju
pada keluargaku. Anak dan istriku adalah prioritas
utamaku. Mungkin tanda kehidupan baru ini membuatku harus
mengucapkan selamat tinggal untuk keEgo’an dan kesenangan
pribadi. “Dadah!. . . .”

Iklan

2 thoughts on “'Tanda' sebuah awal kehidupan baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s